4 Cara Berkomunikasi Dengan Baik Disaat Gugup

Nervous adalah salah satu “penyakit” yang paling sulit untuk dihindari saat kamu berkomunikasi dengan orang lain. Seperti yang kita tahu bahwa komunikasi selalu ada di kehidupan kita, atau dalam kasus ini di dunia bisnis. Di setiap interaksi, perbedaan paling menonjol adalah bukan apa yang dibahas melainkan bagaimana cara kita berkomunikasi. Komunikasi haruslah dilakukan dengan penuh hormat dan baik sehingga dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara. Seperti yang dikutip oleh Entrepreneur.com, bahwa dalam berkomunikasi kita harus dapat mengontrol emosi, pandangan, karisma saat berbicara dan juga nada bicara kita. Berikut adalah beberapa cara berkomunikasi yang simple dengan baik disaat gugup melanda;

Cara Berkomunikasi Yang Baik dan Benar

1. Perjelas Pandangan Kamu

Cara berkomunikasi yang peryama adalah Jika kamu memiliki pandangan atau pendapat terhadap sesuatu, pastikan pendapat itu sudah kuat dan jelas. Sehingga ketika kamu mempresentasikan hal tersebut, jika ada bantahan dari pihak lain, kamu sudah dapat mengelaknya. Disinilah kepercayaan diri dikeluarkan. Jika kamu percaya diri atas apa yang kamu miliki, maka lawan bicaramu juga akan sulit menemukan kelemahan dari topik pembicaraan itu. Semakin kamu memperjelas ide kamu saat melakukan percakapan, maka akan semakin baik juga feedback yang kamu dapatkan. Dan jangan lupa ketika kamu mempunyai ide, jangan ragu untuk mengeluarkannya. Tidak ada yang benar dan juga tidak ada yang salah, karena pada dasarnya setiap orang memiliki pandangan yang berbeda – beda.

2. Bersiaplah

Ketika kamu sudah memiliki ide, pastinya kamu juga harus bersiap untuk mengutarakan ide tersebut. Dalam sebuah presentasi, pasti kamu akan dihadapkan dengan atmosfer yang “menegangkan”. Namun jangan khawatir, jika kamu sudah siap secara keseluruhan maka atmosfer itu pun dapat kamu lumpuhkan. Saat presentasi, jangan pernah mengeluarkan kalimat yang berupa excuse karena itu dalam membawa “bencana” sendiri bagi kamu. Coba lah awali  kalimat dengan kata “Saya” yang menandakan bahwa pendapat atau opini yang kamu sampaikan adalah benar adanya. Dengan persiapan yang matang, setiap kali ide kamu diragukan maka kamu memiliki peluang untuk memperkuat argumen yang telah kamu punya.

3. Tunjukkan Rasa Hormatmu

Ketika kamu merasa gugup, pasti ada kalanya kamu menjadi tak terkendali dan cenderung terbawa emosi ketika ide kamu dibantah oleh orang lain. Gerak-gerik, nada bicara, penyampaian kamu saat berbicara adalah segalanya. Jika salah satu saja ada yang “miss”, maka rasa gugup akan menyerangmu seketika. Dan hal ini tentu saja dapat merusak momen momen berhargamu. Maka dari itu, saat idemu dibantah oleh atasan, tetaplah bersikap hormat tanpa harus merasa bahwa anda sedang “disudutkan”. Dan jika kamu tidak sependapat atas apa yang diutarakan oleh atasan, sampaikanlah ide kamu sebelumnya dengan rasa tanggung jawab serta penyampaiannya yang baik.

4. Jujurlah Pada Diri Sendiri

Mungkin ini membutuhkan tenaga ekstra untuk tampil di depan umum serta meyakinkan diri sendiri kalau kita memang mampu. Dan beban kamu akan bertambah jika kamu ikut terlibat di sebuah grup yang memang biasanya kamu jarang mengutarakan ide atau pendapat. Namun jangn khawatir. Jujurlah pada diri kamu sendiri dan buatlah dirimu percaya diri akan apa yang kamu ingin sampaikan. FOKUS. Dan sejenak coba lupakan bisikan dari orang lain yang malah menjatuhkanmu. Terkadang ini tidak selalu personal, bisa jadi ini merupakan “kebiasaan” dari sebuah perusahaan. Kamu hanya merasa ada seseorang yang ingin menjatuhkanmu, padahal sebenarnya tidak. Kamu hanya perlu stay in line dengan apa yang terjadi di sekitarmu, dan kamu harus tetap kuat dengan opinimu.

Demikian cara berkomunikasi yang benar saat gugup dari Team BaliWebDesign. Sebenarnya, musuh terbesar dari nervous adalah diri kamu sendiri. Jadi, coba kamu untuk melawan dan jujurlah pada diri sendiri.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.