Buat Website atau Bangun Kepercayaan Melalui Marketplace?

Mau Buat Website atau Marketplace? Pertanyaan ini banyak menghinggapi para pebisnis online yang mau buat website ataupun sudah memiliki website dengan berbasis e-commerce. Banyak yang masih merasa berat untuk menyakinkan calon pembeli untuk bisa menerima produk atau jasanya, sehingga penjualan melalui websitenya yang telah menggunakan sistem canggih pun masih berat terjadi.  Selanjutnya mereka juga memanfaatkan marketplace (tokopedia, bukalapak, lazada, dll) untuk melakukan penetrasi penjualan produknya.

Dalam hitungan tahun banyak yang membandingkan efektifitas dan total omset yang didapatkan dari websitenya sendiri dengan marketplace tersebut. Dari sini banyak yang merasa penjualan melalui websitenya justru mengalami penurunan, sementara melalui marketplace justru mengalami kenaikan. Apa yang salah dari websitenya? Apakah Anda mengalami hal demikian juga?

Jika mau buat website atau sudah memilikinya, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

1. Menu navigasi yang mudah (User Friendly).

Tren desain website e-commerce sekarang adalah bersih, rapi, dan cenderung kaku, menu navigasinya mencolok, topik menu ramping dan cenderung to the point. Kelihatan tombol detail, beli, belanja lagi, dll. Coba lihat website e-commerce besar seperti zalora.co.id, traveloka.com, dll. To the point kan?

2. Design Website Harus Responsive.

Responsive adalah kemampuan sebuah website menyesuaikan tampilannya di berbagai device, yaitu smartphone, tablet, dan laptop. Ingat bahwa mayoritas masyarakat menghabiskan waktu onlinenya menggunakan smartphone. Coba gunakan smartphone 5 inch dan buka website Anda, bandingkan dengan website lain yang terkenal. Jika tampilan website Anda kecil, artinya belum responsive. Segera tambahkan design yang responsive.

3. Jelaskan Cara Order dan Metode Pembayaran.

Panduan tentang cara order akan mempermudah calon pembeli memahami sistem pada website Anda. Bila perlu jelaskan menggunakan gambar, alur proses pembelian hingga produknya terkirim ke pembeli. Jelaskan cara pembayarannya dan tampilkan bank yang Anda gunakan.

4. Sajikan Informasi Secara Detail.

Berikan informasi secara detail produk yang Anda tawarkan. Bila perlu 1 produk mempunyai banyak foto yang terlihat dari samping kiri, kanan, atas atau close up nya. Jelaskan sebanyak mungkin sehingga calon pembeli tidak perlu bertanya kembali. Ini yang terjadi di website marketplace yang menyajikan data produk lebih banyak dan detail.

5. Testimonial atau Daftar Pelanggan.

Website marketplace menggelontorkan dana besar untuk iklan di TV, media cetak atau elektronik. Iklan ini lebih kuat efek keyakinan di mata calon pembeli. Untuk website Anda, rajinlah menyediakan formulir testimonial ataupun meminta testimonial dari pelanggan serta tampilkan di website agar dibaca oleh calon pembeli. Ini salah satu upaya meyakinkan calon pelanggan karena sudah ada yang duluan transaksi melalui website Anda.

6. Eksistensi Diri.

Website marketplace memiliki badan hukum, kantor, team kerja yang jelas, prestasi dan publikasi yang nyata. Maka lengkapi website Anda dengan menampilkan legalitas hukum seperti dokumen SIUP, TDP, NPWP dll. Tampilkan juga foto toko, team, proses produksi di website, menandakan Anda ada dan nyata. Beritakan juga prestasi bisnis Anda, semisal pernah dapat sertifikasi dari pemerintah atau institusi lain, pernah diliput oleh media ini dan itu.

7. Update dan Aktif di Media Sosial.

Lengkapi website Anda dengan artikel-artikel bermanfaat bagi calon pembeli. Tulislah informasi dan artikel tersebug di website Anda seputar manfaat produk, motivasi berbagi informasi seputar bisnis Anda. Update kegiatan Anda di website itu dan unggah ke media sosial juga. Beritakan kepada masyarakat bahwa Anda selalu ada.

8. Customer Service dan Technical Support selalu siaga.

Website marketplace pun melengkapi diri dengan kegiatan diskusi produk. Maka lengkapi pula website Anda dengan fasilitas chat ataupun komentar agar terjadi diskusi interaktif antara calon pelanggan dengan Anda. Ramah dan selalu cerdas di mata calon pelanggan. Kegiatan berdiskusi adalah wajib hukumnya. Jika Anda ketus dengan pelanggan, maka Anda akan dibenci. Jika Anda ramah, maka Anda akan disayang dan terjadi closing sales.

9. Minta Feedback (ke Pelanggan atau Masyarakat).

Jangan hanya minta pendapat yang bagus-bagus saja ke pelanggan. Mintalah pendapat berupa kritik dan saran agar bisa membangun. Beberkan ketidaksempurnaan itu agar menjadi perbaikan produk dan layanan bagi kesempurnaan website dan bisnis Anda.

10. Lakukan Evaluasi.

Jangan berdiam diri dan puas dengan keadaan Anda. Teruslah menggelar evaluasi secara berkala antara Anda dan team. Bisa juga antara Anda dan masyarakat. Berbincang dan berdiskusilah agar menemukan solusi bagi kesempurnaan website dan bisnis Anda.

11. Iklan.

Teruslah melakukan iklan baik itu online maupun offline yang mengarahkan traffic ke website Anda. Para ahli bisnis bilang, satu pertiga keuangan perusahaan itu harus habis untuk iklan.

Tren yang berkembang saat ini adalah melakukan bisnis dengan pola pemasaran di berbagai kanal. Baik itu kanal marketplace, media sosial, dan melalui website sendiri. Bagaimanapun kejadiannya, jangan mematikan website Anda karena tetaplah web itu sebagai identitas dan profil usaha. Tetaplah memperhatikan hal diatas agar porsi omzet melalui website Anda jadi makin besar. Jika Anda mau buat website, Anda bisa tetap melanjutkan seiring dengan promosi melalui marketplace dan team Bali Web Design siap membantu Anda.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.