8 Kesalahan Menjalankan Digital Marketing untuk Dihindari di Tahun 2022

Kesalahan Dalam Menjalankan Digital Marketing

Apakah Anda khawatir melakukan kesalahan dalam menjalankan digital marketing? Atau Anda merasa tidak yakin dengan strategi digital marketing yang direncanakan selama ini akan menghasilkan ROI yang baik?

Sebagai pebisnis dan marketers, kita mengetahui bahwa kampanye digital marketing yang sukses membutuhkan waktu dan usaha untuk mengembangkan dan menjalankannya. Mulai dari melakukan riset pasar, menganalisa data, menentukan tujuan kampanye, dsb.

Untuk menghindari kekhawatiran tersebut, sebaiknya Anda simak 8 kesalahan digital marketing yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasi hal-hal tersebut.

8 Kesalahan yang Harus Dihindari Ketika Menjalankan Digital Marketing

1. Tidak Mengetahui Tujuan Kampanye Digital Marketing

Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh business owner adalah tidak mengetahui tujuan kampanye digital marketing yang dijalankan. Jika Anda tidak menentukan tujuan sedari awal, kampanye Anda tidak akan sukses walaupun sudah berupaya untuk mengoptimalkannya.

Sekadar mengikuti trend untuk terjun ke dunia digital marketing karena rekan bisnis dan kompetitor berhasil menjalankannya, bukanlah alasan kuat bagi Anda untuk menjalankan kampanye digital marketing.

Tidak adanya tujuan dan tolak ukur, berarti mengabaikan keberhasilan kampanye yang dijalankan serta tidak mengetahui alasan dibalik kesuksesan bisnis Anda.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan tujuan yang ingin Anda raih dengan digital marketing. Apakah Anda ingin meningkatkan brand awareness? Mendatangkan leads? Atau meningkatkan konversi penjualan produk atau bisnis secara digital?

Selanjutnya, Anda juga dapat menetapkan target dengan menentukan key performance indicator (KPI). Adanya KPI memudahkan Anda untuk mengukur keberhasilan aktivitas digital marketing yang sedang dijalankan lho!

2. Menargetkan Audiens yang Salah

Sudahkah Anda menargetkan audiens yang tepat?

Mungkin belakangan ini Anda mendapatkan hasil metrik yang memuaskan, dimana terjadi peningkatan jumlah visitor website atau jumlah orang yang mengisi lead form pada konten iklan atau website.

Namun, apakah mereka target audiens Anda yang sebenarnya?

Anda perlu melakukan identifikasi data secara menyeluruh, apakah mereka sesuai dengan target market yang ingin Anda sasar selama ini? Sebab, ada kemungkinan mereka hanya asal mengisi form yang tersedia karena Anda salah menempatkan iklan digital.

Banyak pelaku bisnis dan perusahaan ingin membidik semua lapisan audiens karena ingin menjangkau pasar yang seluas-luasnya tanpa mempertimbangkan korelasi antara kebutuhan audiens dengan produk/jasa yang ditawarkan.

Selain itu, banyak juga pelaku bisnis atau badan usaha yang sudah mengetahui siapa yang dibidik, namun salah identifikasi. Jadi, semua usahanya sia-sia!

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anda perlu meninjau ulang digital platform yang dipilih ketika menjalankan ads, juga mengganti konten atau call to action yang lebih menarik perhatian target audiens Anda.

Jangan pernah bosan melakukan riset dan pengujian berulang untuk menentukan audiens mana yang benar-benar tertarik menggunakan produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Kemudian Anda juga dapat menyusun marketing personas yang bisa Anda dapatkan dari data pelanggan sebelumnya, terdiri dari:

  • Demografi
  • Ketertarikan (interest)
  • Kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari
  • Kebiasaan audiens dalam menggunakan digital platform.

Setelah itu, Anda perlu melakukan analisis mendalam tentang peran mereka. Plus, Anda dapat menambahkan siapa saja yang mengunjungi situs web atau media sosial Anda, apa yang mereka cari atau butuhkan, dan konten favorit mereka.

Semakin dalam analisis Anda, semakin spesifik target audiens yang ingin Anda targetkan. Ini memungkinkan Anda untuk lebih fokus pada pengaturan strategi periklanan Anda untuk audiens yang tepat, sambil memberikan apa yang akan dilihat audiens Anda pada waktu yang tepat.

3. Mengabaikan Tampilan Website

Website merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam dunia digital marketing.Terutama tampilan website yang merupakan kesan pertama audiens sebelum mengambil keputusan. Sayangnya, masih banyak pebisnis yang mengabaikan tampilan dan nuansa website bisnisnya.

Selain tampilan website Anda, Anda juga membutuhkan website yang user-friendly! Tujuannya adalah agar nyaman bagi audiens Anda, memberikan informasi yang jelas, dan mudah digunakan saat audiens Anda mengunjungi situs web Anda.

Jika Anda mengabaikan dua poin ini, jangan heran jika pelanggan beralih membeli atau menggunakan produk/jasa pesaing.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ubah tampilan website Anda dengan design yang lebih menarik dan enak dipandang, karena nya tampilan website dapat menambah nilai bisnis Anda lho! Tak lupa, pastikan bahwa website Anda sudah user friendly, dengan memerhatikan hal-hal berikut:

  • Mobile Friendly – Pastikan setiap elemen di situs web Anda dapat diakses, mudah dilihat, dan mudah digunakan pengguna.
  • Cepat dan Responsif – Pastikan situs web Anda dimuat dengan cepat. Jika website Anda sudah lama dibuka, kemungkinan besar pengguna akan langsung menutup halaman website tersebut dan beralih ke halaman lain.

4. Mengabaikan Search Engine Optimization (SEO)

Melakukan Search Engine Optimization (SEO) merupakan salah satu upaya, calon customer menemukan website bisnis Anda melalui search engine, seperti Google.Jika Anda tidak menerapkan SEO dalam strategi pemasaran digital Anda, Anda akan kehilangan prospek.

Selain itu, banyak pebisnis bahkan perusahaan yang tidak cukup memperhatikan SEO dan tidak memberikan waktu yang cukup untuk mendapatkan hasil agar bisa menempati peringkat tinggi di halaman pertama Google.

Sebab, SEO membutuhkan waktu dan proses untuk mengoptimalkan seluruh halaman atau website agar muncul di mesin pencari. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu dan teknik yang tepat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Saatnya menerapkan kampanye SEO pada strategi digital marketing Anda untuk memudahkan pelanggan menemukan website bisnis Anda. Ketika datang ke pengoptimalan situs web, Anda perlu membuat konten yang relevan dengan kebutuhan audiens Anda.

Ini memudahkan Anda menjangkau calon pelanggan yang relevan.

Anda juga perlu melakukan riset kata kunci, yaitu mencari kata kunci yang sering dicari melalui mesin pencari. Bahkan, Anda juga bisa memasukkan kata kunci tersebut ke dalam halaman web untuk membantu pencarian di mesin pencari.

Karena, Google akan menampilkan hasil yang paling relevan untuk kata kunci yang Anda cari. Selain itu, Anda dapat berkonsultasi dengan ahlinya, seperti Meson Digital, yang berpengalaman dalam SEO.

Juga bijaksana untuk mencari bantuan profesional untuk menjalankan SEO, karena strategi SEO yang buruk dapat berdampak negatif pada bisnis.

Serahkan kebutuhan SEO Anda kepada Meson yang berpengalaman dan terbukti menjalankan SEO dengan sukses.

5. Mengabaikan Remarketing

Kesalahan besar lainnya yang sering dilakukan dalam dunia digital marketing adalah mengabaikan calon customer yang sudah menunjukkan ketertarikannya pada bisnis Anda.

Ternyata, masih banyak pemilik bisnis yang memilih fokus menjaring pelanggan baru setiap hari ketimbang calon pelanggan yang sudah terlanjur tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan, lho!

Jika calon pelanggan sudah tertarik dengan produk Anda tetapi tidak mendapat tanggapan atau pemberitahuan, mereka tidak akan ragu untuk meninggalkan merek Anda. Jadi, agar tidak kehilangan momentum itu, Anda perlu memasarkan ulang!

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Untuk menghindari kesalahan ini, Anda perlu merencanakan dan menyusun strategi remarketing yang matang.Tujuan pemasaran ulang adalah untuk mengingatkan mereka tentang merek kita. Pelanggan senang jika mereka diperhatikan oleh merek favorit mereka.

Anda dapat menjalankan kampanye pemasaran email untuk menunjukkan kepada mereka produk yang pernah mereka lihat sebelumnya, atau mengingatkan mereka untuk segera membayar sebelum kehabisan barang.

Selain itu, Anda dapat menjalankan kampanye pemasaran ulang dengan mengetahui apa yang telah mereka lihat di halaman situs web Anda sebelumnya, lalu melacak ke mana mereka pergi setelah mereka meninggalkan situs web Anda, dan kemudian menargetkan tayangan iklan untuk mengingatkan mereka tentang produk/layanan Anda.

6. Ingin mendapatkan Hasil Dalam Waktu Singkat

Masih banyak pebisnis yang beranggapan bahwa digital marketing akan mendatangkan hasil yang cepat, karena teknologi digital juga berkembang secara cepat.Klaim ini tidak sepenuhnya salah, karena mendapatkan akses di dunia digital memudahkan Anda dalam melakukan kampanye pemasaran.

Namun, perlu diingat bahwa bisnis yang Anda targetkan adalah seseorang yang membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi produk atau layanan yang ditawarkan. Mereka juga perlu mengetahui manfaat menggunakan produk/jasa Anda sampai akhirnya mereka yakin bahwa produk/layanan Anda adalah solusi dari masalah mereka.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Seperti yang kita ketahui bersama, teknologi digital berkembang sangat pesat, yang berarti bahwa algoritma media sosial dan mesin pencari sering berubah tanpa sepengetahuan kita. Baik media sosial maupun mesin pencari membutuhkan waktu untuk menemukan audiens yang tepat untuk Anda.

Kemudian, ketika Anda pertama kali memposting atau beriklan di media sosial, tidak semua audiens target Anda akan langsung tertarik dengan produk/jasa yang ditawarkan.

Menerbitkan konten di platform digital membutuhkan strategi dan konsistensi. Faktanya, lebih banyak eksposur sering diperlukan sebelum calon pelanggan dapat terlibat dengan konten atau mendapatkan iklan untuk produk/layanan Anda.

7. Tidak Mengerti Data yang Didapatkan

Memanfaatkan data dan analitik yang tepat menghasilkan ROI dan wawasan yang lebih baik yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi bisnis masa depan.

Memiliki data yang akurat penting untuk menentukan kampanye pemasaran yang efektif. Namun, memiliki terlalu banyak data sebenarnya dapat merusak strategi pemasaran Anda jika digunakan secara tidak benar. Mungkin Anda merasa kesulitan untuk menginterpretasikan data yang diberikan, atau bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Mulailah dengan mengidentifikasi indikator kinerja utama (KPI) sebelum meluncurkan kampanye, lalu perhatikan metrik yang ingin Anda ukur secara teratur.

KPI menggambarkan apa yang ingin Anda capai, apakah itu meningkatkan jumlah pengunjung ke situs web Anda, jumlah orang yang mengisi formulir prospek, pelanggan mana yang mengunjungi toko Anda secara langsung, jumlah pelanggan yang langsung membeli, dll.

Tidak ada jawaban yang jelas mengenai data apa yang harus dipantau, karena setiap bisnis memiliki tujuan yang berbeda. Namun, Anda dapat mencoba Google Analytics untuk mendapatkan data mendalam tentang lalu lintas situs web, atau Instagram Insights untuk mengukur keberhasilan kampanye media sosial Anda.

Saat bekerja dengan data yang Anda dapatkan dari upaya pemasaran digital Anda, pastikan Anda memperhatikan data yang tepat dan bermakna untuk bisnis Anda!

8. Menggunakan Terlalu Banyak Strategi Tanpa Arahan yang Tepat

Beberapa opsi diperlukan untuk menerapkan strategi pemasaran, tetapi terlalu banyak opsi dapat membuat Anda merasa kewalahan dan tidak dapat memutuskan strategi mana yang lebih dulu. Akibatnya, banyak metrik yang diabaikan dan tidak memberikan hasil terbaik.

Saat Anda sibuk menjalankan bisnis, Anda mungkin tidak selalu punya waktu untuk fokus pada strategi pemasaran Anda selanjutnya. Ini dapat menyebabkan Anda membuang energi dan uang untuk aktivitas digital yang tidak efektif.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Salah satu cara untuk menghindari kesalahan digital marketing tersebut adalah Anda bisa mengandalkan tenaga ahli untuk mengelola strategi pemasaran bisnis Anda.

Bekerja dengan pakar pemasaran digital, seperti tim kami di Meson, memudahkan untuk memulai kampanye pemasaran digital yang sukses ke arah yang benar.

Meson merupakan digital marketing agency di Jakarta Pengalaman dalam menangani klien dari industri yang berbeda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.